home bar

Kamis, 05 November 2015

BAHAYA BUAH IMPOR dan BAHAN PENGAWETNYA

                                                                                  
                                 
Hasil  penelitian yang dilakukan Balai Kesehatan di Yogyakarta, menunjukkan adanya buah impor seperti, Jeruk, Apel, hingga Anggur, sengaja dicampur dengan zat formalin oleh produsen di China.


Membanjirnya buah impor di pasar Indonesia, saat memasuki musim panen raya buah lokal, menjadi sebuah topik yang menarik untuk di sajikan. Redaksi Agropedia Indonesia akan memberikan informasi tentang bahaya dari buah impor yang harus kita waspadai .

Buah Impor banyak yang mengandung formalin, informasi tersebut bukan sekedar rumor akan tetapi kita sebagai konsumen dapat melihat dan waspada jika menemukan kondisi buah bagian kulitnya terlihat kencang dan segar meski sudah berbulan-bulan dipanen. Sebagai tambahan informasi, sebelum buah di jual di pedagang, buah impor terlebih dahulu di karantina minimal tiga sampai enam bulan pasak buah tersebut masuk di Indonesia.

Sedangkan buah lokal, rantai di distribusinya jauh lebih pendek dibanding impor. Buah dan sayur Nusantara paling aman untuk dikonsumsi karena bebas racun, pengawet dan penyakit yang bisa ditimbulkan dalam perlakuan pascapanen.

Umumnya buah yang diberi formalin adalah jeruk, anggur, dan apel. Formalin pada buah yang dijual secara bertangkai, misalnya lengkeng dan anggur, dapat lebih mudah dikenali. Jika tangkainya sudah tampak layu, sementara buahnya masih sangat segar dengan bau menyengat yang bukan bau buah, patut diwaspadai.

Efek racun yang akan kita konsumsi bagi tubuh manusia, formalin dikenal sebagai zat beracun, karsinogen (menyebabkan kanker), mutagen yang menyebabkan perubahan sel dan jaringan tubuh. Gangguan pada persarafan berupa susah tidur, sensitif, mudah lupa, sulit berkonsentrasi. Pada wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas. Untuk menambah gairah tampilan buah impor, para penjual buah biasanya menyuntikkan Zat Pewarna.

Baca Juga :
 17 makanan pendongkrak Gairah SEX
 Pembuatan Pupuk Organik Cair
 Organik ?
 13 Kelebihan Pupuk Organik

Kita bisa melihat ciri-ciri dari buah impor yang disuntik zat pewarna. Diantaranya adapun ciri-ciri buah yang telah di suntik dengan zat berbahaya biasanya meninggalkan bekas lubang kecil agak dalam. Bekas suntikan umumnya berada di bagian ujung yang ada tangkai buahnya. Khusus buah yang sudah disuntik dengan pewarna tekstil, biasanya warnanya lebih terang dan meninggalkan bekas di mulut.

Zat pewarna biasanya diberikan pada bua pier, mangga, belimbing, pisang, jeruk, dan semangka. Jika tertelan dapat menimbulkan gejala keracunan dan air seni berwarna merah atau merah muda. Apabila dikonsumsi terus-menerus, maka zat warna sintetik akan tertimbun dalam tubuh dan dapat merusak fungsi organ-organ tertentu, terutama hati dan ginjal.

Buah Mengandung Lilin
 Banyak kita lihat, buah-buah impor nampak lebih mengkilat, ternyata zat berlilin juga digunakan untuk lebih mengkilat buah yang seharusnya sudah layu. Untuk mengetahuinya cukup dengan mengerik memakai pisau dan serbuk-serbuk putih akan berjatuhan.

Untuk memastikan, jika serbuk tadi dibakar akan meleleh. Daging buah yang dilapis lilin biasanya sudah tidak segar. Cara lain adalah membakar langsung buah. Jika mengandung lapisan lilin, kulitnya basah seperti minyak. Bahaya yang akan menyertai kita, jika zat beracun tersebut seringkali kita konsumsi.

Lilin sangat membahayakan kesehatan tubuh, karena tubuh kita butuh waktu lama untuk mencerna lilin. Jika zat ini terus menumpuk dalam tubuh, kemungkinan kita untuk terkena penyakit kanker sangatlah tinggi. Misalnya, kanker hati, usus, atau leukimia. Dari data yang di dapatkan litbang Agropedia Indonesia ternyata, buah lokal terbukti lebih baik daripada buah-buahan impor karena tidak ada penanganan pascapanen berupa pengawetan. Tampilan yang baik di supermarket belum tentu memiliki kualitas yang baik. Di samping petani meningkatkan produktivitas buah dan sayur di Indonesia, kita sebgai warga Indonesia patut mencintai dan mengkampanyekan untuk mengkonsumsi buah lokal. sumber : agropedi.com by do editor

Baca Juga :
MEMBUAT GREEN HOUSE SEDERHANA
Pestisida Organik - Alami

Etiolasi
Bioaktivator

Tidak ada komentar: